Senin, 06 Februari 2017
Jumat, 03 Februari 2017
Kamis, 19 Januari 2017
Teori Dasar Kemagnetan
Standar Kompetensi
Memahami pengetahuan(faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan konsep medan
magnet, induksi elektromagnetik,dan penggunaannya dalam produk teknologi, serta
pemanfaatan medan magnet dalam pergerakan/navigasi hewan untuk mencari makanan
dan migrasi
Indikator
- Menjelaskan pengertian magnet dan menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik
- Mengidentifikasi medan magnet dari magnet tunggal
- Mengidentifikasi pola garis gaya magnet pada magnet tunggal dan magnet yang mengalami tarik menarik dan tolak menolak
- Menjelaskan teori kemagnetan bumi khususnya penerapannya pada kompas (deklinasi dan inklinasi)
Materi Pokok
- Sifat Kemagnetan Bahan
- Kutub Magnet
- Teori Kemagnetan Bumi
Uraian Materi
Sifat Kemagnetan Bahan
Kemagnetan merupakan kemampuan suatu benda untuk menarik
benda lain di sekitarnya. Benda yang dapat menarik benda lain disebut benda
magnet, sementara yang tidak dapat menarik benda lain disebut benda bukan
magnet.
Berdasarkan ketertarikannya terhadap magnet, bahan
dikelompokkan menjadi tiga. Bahan yang ditarik kuat oleh magnet digolongkan
dalam feromagnetik, contoh : besi, baja, nikel dan kobalt. Bahan yang ditarik
lemah oleh magnet termasuk paramagnetik, contoh : platina, tembaga dan garam.
Sementara bahan yang tidak ditarik sama sekali oleh magnet dimasukkan dalam
diamagnetik seperti timah, alumunium, emas dan bismuth.
Kutub Magnet
Perhatikan gambar berikut!![]() |
| Gambar 1. Serbuk besi ditaburkan pada magnet batang, sumber :https://fajarfisikaupi.files.wordpress.com |
Pada gambar, diketahui serbuk besi yang ditaburkan di atas
magnet sebagian besar akan menempel pada ujung magnet. Hal ini menunjukkan
bahwa besarnya gaya tarik pada magnet tidak sama pada setiap bagian magnet.
Bagian magnet yang gaya tariknya paling besar disebut dengan kutub magnet.
Dalam keadaan bebas, magnet batang akan menghadap ke arah utara selatan. Ujung
yang menghadap ke utara dinamakan kutub utara dan ujung yang menghadap
selatan dinamakan kutub selatan. Kutub
yang senama jika didekatkan akan tarik menarik, sementara kutub yang tidak
senama akan tolak menolak.
Berdasarkan percobaan, diketahui pula bahwa serbuk besi yang
jaraknya dekat dengan magnet akan mengalami gaya tarik yang lebih besar. Daerah
di sekitar magnet yang masih terpengaruh gaya magnet disebut dengan medan
magnet. Makin dekat dengan magnet, serbuk besi akan membentuk pola garis yang
semakin rapat. Garis-garis yang menggambarkan pola medan magnet disebut dengan
garis gaya magnet.
Arah garis gaya magnet keluar dari kutub utara dan masuk ke
kutub selatan. Penggambaran garis gaya magnet akan memudahkan memahami
interaksi antara kutub magnet. Berikut adalah pola garis gaya magnet :
![]() |
| Sumber : https://muthiaichsani.files.wordpress.com |
Teori Kemagnetan Bumi
Bumi dapat diibaratkan sebuah magnet batang raksasa. Bumi dikelilingi medan magnet dengan garis-garis gaya magnetnya terpolarisasi pada kutub utara dan kutub selatan bumi.Medan magnet inilah yang mempengaruhi kompas selalu menghadap arah utara selatan. Kutub utara kompas tarik menarik dengan kutub selatan magnet bumi, sementara kutub selatan kompas tarik menarik dengan kutub utara magnet bumi. Kutub utara magnet bumi terletak di kutub selatan bumi dan kutub selatan magnet bumi terletak di kutub utara bumi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut :
![]() |
| Sumber : http://www.sott.net |
Namun demikian, jarum kompas tidaklah tepat menunjuk arah
utara selatan. Hal ini disebabkan letak kutub magnet yang tidak tepat pada
kutub bumi (lihat gambar). Pada berbagai tempat, jarum kompas akan membentuk
sudut dengan arah utara selatan yang disebut deklinasi, serta dengan bidang
horisontal yang disebut inklinasi.
![]() |
| Sumber : http://1.bp.blogspot.com |
https://www.youtube.com/watch?v=RbPZhD4zDLs
Selasa, 17 Januari 2017
Belajar dari Guru Pembelajar
Contoh Artikel Uji Coba
Hari itu, para guru ilmu pengetahuan
alam (IPA) berkumpul di laboratorium. Sebagian menata alat percobaan Melde,
sebagian yang lain mengayunkan bandul matematis. Mereka memulai proses inkuiri,
mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan data sampai menalar dan akhirnya
menghasilkan kesimpulkan.
Dengan latar belakang yang sama, para
guru berinisiatif untuk melakukan percobaan secara berkelompok. Mereka
merupakan peserta diklat Guru Pembelajar moda Dalam Jaringan (Daring). Pada
diklat ini, peserta dituntut untuk mengerjakan tugas secara mandiri sesuai
urutan kegiatan. Berhubung tidak semua sekolah memiliki peralatan laboratorium
yang lengkap, peserta bersepakat mengerjakannya di salah satu sekolah.
Guru Pembelajar (GP) merupakan program
yang dicetuskan oleh mantan menteri pendidikan nasional, Anies Baswedan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu guru terutama pada kompetensi
pedagogik dan profesional. Diklat ini dilaksanakan dalam tiga moda, yaitu moda
tatap muka, daring kombinasi dan daring murni. Adapun peserta disesleksi
berdasarkan skor Uji Kompetensi Guru (UKG). Diklat ini dikelompokkan dalam
sepuluh kelompok kompetensi (KK), dimana satu KK setara dengan 32 jam diklat.
![]() |
| Gambar 1. Kegiatan GP Daring Kombinasi di Pemalang |
Sebagai program baru, GP tidak luput
dari pujian dan cibiran. Sebagian guru dan pengamat pendidikan menganggap
program ini hanya menambah beban mengajar saja. Padahal pada saat bersamaan
dilaksanakan pula program pendampingan kurikulum 2013. Di tengah kegamangan
pelaksanaan kurikulum 2013, guru diminta meluangkan sekian waktu untuk
mengerjakan tugas diklat. Sempat muncul di media sosial, guru sampai tidak
punya waktu mengajar karena terlalu sibuk dengan tugas diklat GP. Sebagian yang
lain berpendapat anggaran GP lebih baik disalurkan untuk perbaikan sarana
prasarana sekolah. Meski demikian, banyak pula guru yang akhirnya merasakan
manfaat dari program ini. Salah satunya bagi guru mata pelajaran IPA, program
ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan penguasaan materi. Bagi guru IPA
dengan latar belakang sarjana pendidikan fisika dapat belajar lebih banyak
tentang materi biologi. Demikian sebaliknya.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa
hal yang menjadi poin penting pada program ini. Pertama, Guru Pembelajar
membuka kesempatan guru untuk kembali belajar meningkatkan kompetensi. Sebagai
pengajar, sangat penting bagi guru untuk terus menggali informasi serta inovasi
pembelajaran. Melalui GP, guru dapat mempelajari materi ajar tanpa dibatasi
tempat dan waktu. Meski demikian, butuh kedisiplinan untuk mengatur waktu
sehingga tugas dapat diselesaikan tepat waktu. Sedikit catatan, perlu adanya
penyempurnaan bahan ajar sehingga relevan dengan materi yang diajarkan di
sekolah. Masih ditemukan pula kesalahan pada kunci jawaban tes sumatif yang
perlu diperbaiki.
Kedua,
GP dapat dioptimalkan sebagai alternatif kegiatan pengembangan diri.
Sebagaimana diketahui, kenaikan pangkat/golongan guru mensyaratkan perolehan
nilai pengembangan diri dan publikasi ilmiah dalam jumlah tertentu. Namun,
tidak semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seminar, workshop atau
diklat sebagai kegiatan pengembangan diri sehingga pada akhirnya guru tersebut
terhambat naik pangkat. Melalui GP, semua guru mendapatkan kesempatan untuk
mengikuti kegiatan pengembangan diri secara terrencana. Terlebih, pada diklat
ini terdapat kelompok kompetensi yang membahasa Penelitian Tindakan Kelas,
sehingga diharapkan membantu guru untuk mendapatkan poin Publikasi Ilmiah.
Ketiga, GP melibatkan banyak pemangku
kepentingan. GP setiap mata pelajaran dikelola oleh masing-masing P4TK. Koordinasi
di lapangan oleh dinas pendidikan sangat diperlukan sehingga menjamin
kelancaran pelaksanaan. Selain itu, diharapkan teknis pelakasanaan ke depan
lebih matang agar tidak terjadi kebingungan pelaksanaan di lapangan.
Sebagai simpulan, GP dapat dinyatakan
sebagai inovasi kegiatan peningkatan mutu guru. Meski terdapat banyak kendala
dalam pelaksanaanya, alangkah baiknya jika program ini dapat dievaluasi
sehingga dapat berjalan lebih baik ke
depannya. Diharapkan peningkatan mutu guru akan berdampak positif pada mutu
pendidikan di Indonesia.




